Mamuju Tengah Bertabur Doktor, Bertengger di Pucuk Daerah Paling Inovatif di Sulbar

Mamuju Tengah Bertabur Doktor, Bertengger di Pucuk Daerah Paling Inovatif di Sulbar

Mamuju Tengah hari ini tidak sekadar tumbuh sebagai daerah otonom yang muda, tetapi menjelma menjadi simbol kemajuan sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan yang visioner di Sulawesi Barat.

Semua itu bermula dari teladan di pucuk pimpinan. Bupati dan Wakil Bupati Mamuju Tengah sama-sama bergelar doktor—sebuah pencapaian akademik yang diraih melalui proses panjang dan disiplin intelektual.

Menariknya, sebelum menduduki jabatan eksekutif, keduanya telah mengabdi dalam posisi strategis: sang Bupati pernah mengemban amanah sebagai Ketua DPRD Kabupaten Mamuju Tengah, sementara Wakil Bupati dipercaya sebagai Sekretaris Daerah. Perjalanan kepemimpinan yang matang, menyatukan pengalaman politik, birokrasi, dan keilmuan.


Dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama, semangat itu menjalar ke lapisan birokrasi. Sejumlah pejabat Eselon II Mamuju Tengah menyusul menuntaskan studi doktoral melalui promosi ilmiah di berbagai perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Hasanuddin Makassar, UIN Alauddin Makassar, dan Universitas Tadulako Palu. Mereka datang dari latar belakang keilmuan yang beragam, memperkaya perspektif dalam perumusan kebijakan dan pelayanan publik.


Capaian akademik ini bukan sekadar prestise gelar, melainkan fondasi berpikir kritis dan inovatif dalam mengelola daerah. Tidak mengherankan, baru-baru ini Kabupaten Mamuju Tengah berhasil meraih predikat tertinggi sebagai daerah paling inovatif di Sulawesi Barat—sebuah pengakuan atas kinerja, kreativitas, dan keberanian melahirkan terobosan.


Menariknya, kepemimpinan Arsal–Askari baru berjalan kurang lebih satu tahun. Oleh karena itu, prestasi yang diraih hari ini sangat elok dibaca sebagai hasil estafet kepemimpinan yang berkesinambungan. Di bawah komando Aras Tammauni–Amin Jasa, pondasi pembangunan sumber daya manusia telah diletakkan dengan kokoh—terutama melalui dorongan peningkatan kualitas aparatur pemerintahan.


Lebih dari itu, para birokrat Mamuju Tengah yang kini bergelar doktor menempuh pendidikan lanjut atas arahan dan izin langsung dari kepemimpinan saat itu. Sebuah kebijakan yang menunjukkan keberpihakan nyata pada penguatan kapasitas birokrasi, bukan sekadar pembangunan fisik semata.


Mamuju Tengah hari ini adalah cermin dari kepemimpinan yang menghargai ilmu, membangun sistem, dan menyiapkan masa depan. Bertaburnya doktor di lingkar birokrasi bukanlah tujuan akhir, melainkan ikhtiar panjang menjadikan daerah ini unggul, inovatif, dan berdaya saing—hari ini dan di masa yang akan datang.

sw

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *